Seberapa seringkah anda berkunjung ke BLOG PAC IPNU-IPPNU KESUGIHAN, CILACAP?

Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2012

Sedikit dari Arif Himawan (Ketua IPNU KESUGIHAN)

ARIF HIMAWAN

KETUA IPNU KESUGIHAN
Jadikan IPNU-IPPNU TANTANGAN dan juga PELUANG bagi kita.

Tantangan dalam menyelesaikan suatu masalah
Tantangan dalam menghadapi era globalisasi, modernisasi, westernisasi.
Tantangan untuk bisa memajukan organisasi
Tantangan untuk berjuang mengibarkan bendera ahlussunnah wal jama'ah dan banyak sekali tantangan yang saya tidak bisa sebutkan semuanya.
IPNU-IPPNU juga sebagai peluang.
Peluang untuk bisa mengenal, memperluas jaringan pertemanan.
Peluang untuk bisa dekat dengan orang-orang pintar
Peluang bisa dekat dengan para ulama-ulama peluang agar bisa belajar lebih dewasa.
Peluang dalam mengembangkan potensi diri dan banyak sekali peluang yang tidak bisa saya sebutkan semuanya.


Khoirunnass anfa'uhum linnass
Tak ada kata sia-sia dalam belajar.

SEMANGAT!
Tak ada yang kata menyesal dalam berjuang,
Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara.
Bisa semenit atau setahun. Namun jika menyerah rasa sakit itu akan terasa selamanya.
salam BELAJAR, BERJUANG, BERTAQWA

PAC IPNU-IPPNU Kesugihan JAYA !






Rabu, 18 Januari 2012

PENGURUS PIMPINAN ANAK CABANG IPNU- IPPNU 2011-2013

IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA
MASA KHIDMAT : 2011-2013
Belajar, Berjuang, Bertaqwa

PELINDUNG :
1. MWC NU KECAMATAN KESUGIHAN
2. MUSLIMAT NU KECAMATAN KESUGIHAN
3. CAMAT KESUGIHAN

DEWAN PEMBINA :
1. NYAI Hj. MUYSSARAH, M.Si
2. NYAI SITI ASIYAH
3. SITI KHOMSATUN, S.Ag


KETUA 
NIHAYATUL MINANI

Jumat, 19 November 2010

SEJARAH KELAHIRAN IPPNU

Bermula dari perbincangan ringan yang dilakukan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan Muktamar NU ke-20 di Surakarta. Maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyat. Dalam keputusan ini di kalangan NU, Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU dan Banom NU lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU putri pada kongres I IPNU di Malang Jawa Timur, selanjutnya disepakati dalam pertemuan tersebut bahwa peserta putri yang akan hadir di kongres Malang di namakan IPNU putri.
Dalam suasana kongres ternyata keberadaan IPNU putri nampaknya masih diperdebatkan dengan secara alot. Semula direncanakan secara administratif hanya menjadi departemen di dalam tubuh organisasi IPNU. Sementara hasil negosiasi dengan pengurus teras PP IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusivitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut maka pada hari kedua kongres, peserta putri yang hanya diwakili lima daerah (Yogyakarta, Surakarta, Malang, Lumajang, dan Kediri) terus melakukan konsultasi dengan dua jajaran di pengurus teras Badan Otonom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yaitu PB Ma’arif (saat itu dipimpin Bpk. KH. Syukri Ghozali) dan ketua PP Muslimat NU

SEKILAS TENTANG PD / PRT IPNU

BAB I
__________________________________
BAB II
AQIDAH dan ASAS
Pasal 3
Aqidah dan Asas
  1. Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama beraqidah/berasas Islam dengan menganut paham ahlussunnah wal jamaah dan menurut salah satu dari madzab empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali.
  2. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat/ kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


BAB III
SIFAT DAN FUNGSI
Pasal 4
Sifat
IPNU adalah organisasi yang bersifat keterpelajaran, kekaderan, kemasyarakatan, kebangsaan dan keagamaan.

SEJARAH IPNU

Sekilas kelahiran IPNU, 1954
1373 H. atau bertepatan dengan 1954 M. adalah babakan new era bagi perjalanan generasi muda NU yang tergabung dalam IPNU. Sebelum menggunakan nama IPNU, kegiatan mereka di berbagai tempat bermacam-macam. Sebagian melakukan rutinitas keagamaan, seperti tahlilan, yasinan, diba’/ berjanji, dst. Kelompok pelajar seperti itu lebih banya ditemui di pesantran-pesantren dan di kampung-kampung. Sebagian lagi, kelompok muda NU mengadakan di Sekolah-Pesantren, Sekolah Umum dan Perguruan Tinggi. Sekalipun tergolong masih kecil jumlahnya.
Pendirian IPNU pada tahun tersebut, bukan tanpa proses. Beberapa kegiatan yang telah disebut di atas. Sisi lainya adalah dengan melalui musyawarah yang intensif, antara para kyai pesantren, pengurus NU dan lembaga pendidikan Ma’arif NU. Termasuk yang tak kalah pentingnya adalah kontribusi pemikiran aktivis kaum pelajar NU, lebih khusus di Pesantren atau Sekolah.

Label